JATI DIRI

Dr. Abu Yasir Muhammad

Telp. 088 126 137 97

Praktisi Pengobatan Nabawi – Yogyakarta

******************************

Selamat datang di bagian Terapi Qolbu (Te_Qi). Media ini adalah untuk tempat/ajang kita instrospeksi diri apakah kita termasuk orang yang lalai atau orang yang beruntung.

Seperti kita ketahui bahwa manusia ini hidup di dunia adalah sementara setelah itu kita akan mati. Kematian adalah suatu hal yang pasti terjadi. Kematian pasti akan mendatangi kita walaupun kita di dalam dinding yang kokoh. Karena kita semua pasti akan mati maka sekarang permasalahannya adalah sampai sejauh mana persiapan kita untuk mati, bekal apa yang sudah kita persiapkan untuk menghadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Harus kita sadari bersama bahwa seseorang yang mati di kehidupan dunia ini bukan akhir dari segala – galanya. Kematian “wallahu ‘alam” bagi seseorang pada hakekatnya cuma berpindah tempat dari kehidupan di dunia/alam dunia untuk kemudian kita berpindah ke alam lain yakni alam kubur. Kematian di dunia hanyalah salah satu perjalanan yang harus dilewati manusia sebelum menuju ke tempat akhir yakni negeri akherat. Fase perjalanan sejauh yang saya ketahui “wallahu ‘alam” antara lain :

1.  Fase pertama kita hidup di dunia (hidup di dalam rahim/perut ibunda dan juga hidup di alam dunia ini)

2.  Fase kedua akan kita jalani manakala maut/ajal telah menjemput kita untuk kemudian beralih menuju ke alam kubur. Dimana kalau kita sudah masuk ke alam kubur maka keadaannya sudah lain dengan alam dunia. Di alam kubur isinya cuma ada 2 yakni kesenangan atau siksaan. Di alam kubur ini kita mulai menuai atas apa yang kita perbuat di dunia. Kalau di dunia kita beramal kebaikan maka di alam kubur akan menuai kebahagiaan. Kalau di dunia kita banyak berbuat kejelekan maka di alam kubur kita akan menerima siksaan demi siksaan. Sehingga jangan sekali – kali merasa rugi kalau kita merasa telah berbuat baik di dunia kok kita merasa masih saja menjadi orang yang sengsara hidupnya di dunia. Jangan khawatir perbuatan kita yang baik ataupun yang jelek dicatat oleh malaikat. Pasti – pasti dan pasti kita akan mendapat balasan sesuai dengan amal – amal kita.

3.  Fase ketiga adalah kehidupan kita nanti di alam akherat. Fase ketiga ini kita jalani setelah kita dibangkitkan dari alam kubur kita. Jangan dikira kalau kita mati semuanya akan beres dan tidak meninggalkan tanggungan atas apa yang kita lakukan di dunia. Di alam akherat kita akan dimintai pertanggung jawaban atas semua amal – amal kita. Amal – amal kita akan ditimbang. Kalau berat timbangan amal kebaikan kita maka kita akan masuk sorga (tempat yang penuh dengan kenikmatan yang kekal tidak ada habisnya) dan kalau timbangan amal kebaikan kita lelebih ringan dengan amal kejelekan maka kita akan masuk neraka.

Neraka adalah tempat untuk menyiksa manusia yang lalai selama hidup di dunia. Neraka di ikat dengan 70.000 tali dan setiap talinya diseret oleh 70.000 malaikat. Didalamnya ada malaikat yang bengis dan keras yang menyiksa manusia sesuai dengan kadar dosa – dosanya yang manusia kerjakan saat di hidup di dunia.

Kalau di dunia katakanlah kita bisa hidup 70 tahun dimana dengan usia kita yang begitu pendek itu tidak semuanya kita jalani dengan penuh kesenangan. Ada kalanya kita susah ada kalanya kita senang, adakalanya kita sedih kadang kita gembira, kadang kita sehat kadang pula kita sakit, dst.

Kalau untuk kehidupan dunia kita yang sifatnya sementara kita mau bersusah payah memikirkan nasib hidup yang sangat teramat singkat. Kita rela berkorban dengan harta bahkan sampai ada yang mengorbankan nyawanya hanya untuk menikmati waktu/saat yang lamanya tidak ada bandingannya dengan kehidupan kita nanti di alam akherat kelak. Bagaimana kita bisa dengan mudah melupakan nasib kita di akerat kelak dimana nanti di alam akherat hari – harinya tidak akan pernah ada akhirnya?

Kita tidak bisa membayangkan bagaimana kalau kita kecebur ke dalam tong yang berisi api yang menyala – nyala. Kuatkah kita untuk menahan sakit yang amat sangat sedang kita rasakan? Beruntung kita kalau terus ada yang bisa menolong kita keluar dari kobaran api? Kalau tidak? apa jadinya kita . . . .

Api di dunia tentunya tidak seberapa panas dengan api neraka. Siksaan yang paling ringan di neraka adalah yang di rasakan oleh pamannya Rasulullah Sholallahu Alaihi Wa Sallam (Abu Tholib) dimana dia disiksa di neraka dengan dipakaikan sandal di kakinya untuk kemudian mendidih otaknya. Bayangkan itu siksaan yang paling ringan. Lha bagaimana dengan siksaan yang tingkatannya lebih di atas siksaan yang diterima Abu Tholib ?  nasib kita kelak ?

Saya menulis tulisan ini agar supaya Allah Subhanahu Wa Ta’ala selalu mengingatkan saya betapa ngerinya kejadian di akherat nanti bahkan kejadian saat kiamatpun sangat amat menakutkan.

2 responses

4 12 2011
Noor Zaliela binti Abd Jamil

assalammualaikum

saya berumur 24 tahun dan sudah mendapat seorang cahaya mata yang berumur 1 tahun. Beberapa bulan yang lepas, saya disahkan menghidap anemia.untuk menstabilkan darah ke tahap yg normal ia mengambil masa beberapa bulan. Tetapi dalam beberapa hari ini, saya mengalami pening dan kadang kala akan muntah. Adakah ini gejala anemia? Dan adakah tekanan darah sama maksud dengan anemia

19 12 2011
dawaa

wa’alaikum salam. untuk memvonis seseorang terkena aneimia atau tidak itu dilihat dari kadar hemoglobin dalam darah. bila kadar hemoglobin (Hb) nya kurang dari normal maka dia dikatakan menderita anemia. dan perlu diketahui penyebab dari anemia itu bermacam – mamcam. gejala lemah, lesu dan mudah mengantuk memang merupakan salah satu dari sekian banyak gejala anemia. adapun tekanan darah itu tidak sama dengan anemia. tekanan darah itu mengukur tekanan darah yang masuk ke jantung (setelah darah tersebut beredar ke seluruh tubuh) dan tekanan darah yang ke luar dari jantung.

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: