DIABETES MELITUS (DM)

14 06 2009

Oleh : Dr. Abu Yasir Muhammad

Penyakit diabetes melitus merupakan suatu sindroma klinik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah kronik yang biasanya disertai dengan gangguan klinis dan biokimiawi. Diabetes Melitus (DM) ini saat ini cenderung meningkat jumlah penderitanya hal ini dikaitkan dengan peningkatan kemakmuran, kegemukan dan inaktifitas fisik.

Secara umum ada 2 jenis penyakit DM :

  • DM yang tergantung insulin (IDDM atau DM tipe1), maksudnya di dalam tubuh si penderita terdapat kekurangan hormon insulin (hormon yang membantu memetabolisme glukosa darah) secara absolut mengganggu keseimbangan tubuh. IDDM biasanya dialami oleh anak-anak sehingga disebut Juvenil DM. Onset dari penyakit ini datangnya tiba-tiba, biasanya penderita datang sudah dalam keadaan merasa sesak (karena ketoasidosisnya) sehingga IDDM inilah yang mengakibatkan kegawatdaruratan. Walaupun begitu penderitanya relatif sedikit sekitar 10% dari seluruh jumlah penderita DM.
  • DM yang tidak tergantung insulin (NIDDM atau DM tipe 2), terdapat kekurangan hormon insulin secar relatif maksudnya jumlah insulinnya normal tapi beban kerjanya yang melampaui batas, kemungkinan yang lain adalah terjadi kelambatan sekresi hormon insulin dari sel beta pankreas. DM tipe 2 ini identik dengan kegemukan walaupun belum tentu orang yang gemuk pasti menderita DM tipe 2, malah ada pakar yang mengatakan semakin gemuk seseorang kecenderungan menderita DM tipe 2 semakin besar. DM tipe 2 biasanya diderita oleh orang dewasa, karena perbedaan patofisiologinya dengan DM tipe 1 maka sifat perjalanan alamiah penyakit ini lambat tapi pasti. Biasanya penderita baru merasakan kelainan bila sudah menderita 4 – 7 tahun dan KGD > 200 mg/dl.

Bagaimanakan tanda-tanda DM?

Tanda – tanda penyakit ini meliputi 2 gejala besar yakni gejala klasik dan gejala umum. Gejala klasik meliputi (poli uria/banyak kencing, poli dipsi/banyak minum, poli fagi/ banyak makan dan penurunan berat badan), sedangkan gejala umumnya meliputi : mudah capek, terasa (Jawa: pating slenget) dan  kesemutan di badan, kalau kena luka sulit sembuhnya, impoten, dll.

Untuk mengetahui apakah kita mengindap penyakit DM atau tidak selain dengan berpedoman pada gejala-gejala di atas juga dilakukan pemeriksaan kadar glukosa darah dan reduksi urinenya. Saat diperiksa KGD nya ada 2 macam cara yakni :

–         KGD puasa dan KGD 2 jam setelah makan

–         KGD sewaktu

Nilai normal KGD puasa (< 126 mg/dl) sedangkan 2 jam PP (<140 mg/dl)

Nilai normal KGD sewaktu (<140 mg/dl)

Apakah yang terjadi bila DM kita tidak terkontrol?

Yang namaya penyakit kalau diboarkan pasti akan tambah buruk, begitu pula DM. Komplikasi (kerusakan) yang bisa dialami penderita DM antara lain :

  • Neuropati (gangguan syaraf)
  • Angiopati (gangguan pembuluh darah) baik yang besar maupun yang kecil. Gangguan pembuluh darah yang besar biasanya terjadi di jantung dan otak sedangkan  gangguan pembuluh darah yang kecil bisa terjadi di retina dan ginjal.
  • Retinopati (gangguan retina)
  • Gastropati (gangguan gaster/lambung)
  • Nefropati (gangguan ginjal)

Tanda – tanda dari masing-masing penyakit adalah:

  • Neuropati : anggota gerak badan mudah kesemutan
  • Vaskulopati (gangguan pembuluh darah) : biasa menyerang pembuluh darah kecil seperti di jantung dan di mata. Kalau menyerang jantung biasanya muncul gejala jantung koroner ( rasa sakit di daerah dada terutama sebelah kiri yang muncul saat beraktifitas. Keluhan ini biasanya tidak lebih dari 15 menit, adapun yang dirasakan adalah dada terasa berat kadang sakit seperti di iris.)
  • Retinopati (gangguan retina)
  • Gastropati (gangguan gaster/lambung)
  • Nefropati

Bagaimana Mengobati DM ?

Pertama kali pengobatan DM ini tidak harus dengan obat melainkan harus dengan pengaturan diet dan olah raga.

Untuk pengobatan yang IDDM adalah dengan memberikan suntikan hormon insulin sedangkan yang NIDDM adalah dengan memberikan obat yang dapat menurunkan kadar glukosa darah.

Bagaimana cara mencegah DM ?

  • Pengaturan diet dan olah raga

Secara umum kegunaan olah raga adalah :

–         menurunkan KGD

–         mencegah kegemukan

–         meningkatkan HDL Kolesterol

–         meningkatkan sensitifitas insulin

Olah raga yang baik bagi pengidap DM adalah olah raga yang sifatnya rutin artinya jenis olah raga yang tubuh kita senantiasa bergerak dan dilakukan minimal 3 kali seminggu kalau bisa 6 kali dalam seminggu.


Aksi

Information

3 responses

7 12 2010
Arjuna

Mau tahu klinil ini di mana alamatnya………..????????

7 12 2010
Arjuna

Mau tahu klinik ini di mana alamatnya………..????????

4 03 2011
dawaa

di jogja telpun dulu saja

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: