NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya)

7 06 2009

Oleh : Dr. Abu Yasir Muhammad

Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintesis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menyebabkan ketergantungan. Narkotika dibagi menjadi 3 golongan:

a. Narkotika gol. 1
Adalah narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan tidak digunakan dalam terapi, mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan. Contohnya : ganja, candu, kokaina, dll.

b. Narkotika gol. 2
adalah narkotika yang berkasiat pengobatan digunakan sebagai pilihan terakhir dan dapat digunakan dalam terapi dan atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta berpotensi mengakibatkan ketergantungan. Contohnya : morfin, petidina, fentanil.

c. Narkotika gol. 3
Adalah narkotika yang berkasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan atau tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta berpotensi ringan mengakibatkan ketergantungan. Contoh : kodein

Psikotropika adalah zat atau obat baik alamiah maupun sintetik bukan narkotika, yang erkasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada SSP yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku. Psikotropika dibagi dalam 4 golongan, yaitu :

a. Psikotropika gol. 1
Adalah psikotropika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan. Contoh : ekstasi.

b. Psikotropika gol. 2
Adalah psikotropika yang berkasiat pengobatan dan dapat digunakan dalam terapi dan atau tujuan ilmu pengetahuan serta berpotensi kuat mengakibatkan ketergantungan. Contoh : amfetamina

c. Psikotropika gol. 3
Adalah psikotropika yang berkasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan atau tujuan ilmu pengetahuan serta berpotensi sedang mengakibatkan ketergantungan. Contoh : amobarbital.

d. Psikotropika gol. 4
Adalah psikotropika yang berkasiat pengobatan dan sangat luas digunakan dalam terapi dan atau tujuan ilmu pengetahuan serta berpotensi ringan mengakibatkan ketergantungan. Contoh : fenobarbital, diazepam, dll.

Zat adiktif lainnya antara lain etanol dalam miras, nikotin dalam rokok dan pelarut lain yang mudah menguap seperti bensin.

Bahaya Penyalahgunaan
A. Terhadap Kondisi Fisik
1). Akibat zat itu sendiri
a. Opium/Morfin/Heroin
Cara pakai :
– Candu ditaruh dalam pipa cangklong, kemudian dibakar dan dihisap seperti merokok.
– Morfin dan heroin : disuntik

Efek yang ditimbulkan :
– menghilangkan dan menahan rasa sakit
– Menghilangkan rasa takut dan cemas
– Rasa senang semu
– Persepsi menurun (cuek)
– Dalam dosis agak banyak bisa jatuh tertidur
– Menurunkan daya ingat
– Seolah-olah masuk dalam keadaan mimpi
– Pupil menyempit
– Pernafasan dan denyut jantung melambat
– Susah berak

Adapun dampak yang paling ditakutkan adalah kecanduan.
Gejala putus opium/morfin/heroin (sakau)
– mata berair
– lendir hidung keluar
– bulu roma berdiri
– berkeringat
– mual sampai muntah
– mules sampai diare
– tidak bisa tidur
– kepala sakit
– otot/tulang dan sendi sakit
– demam
– jantung berdebar-debar
– tekanan darah meningkat
– mengigau


Aksi

Information

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: